Makalah 1

MITOS-MITOS DALAM SEKSUALITAS

Prof. Dr. dr. Muchammad Syamsulhadi, Sp.KJ (K)

Pendahuluan

Seks saat ini telah menjadi suatu hal yang secara terbuka menarik untuk dibicarakan, karena tidak dapat dipungkiri seks adalah salah satu kebutuhan dasar manusia. Hal ini sangat jauh berbeda dengan beberapa dekade lalu.

Disaat arus informasi dan komunikasi tidak sederas sekarang, tidak setiap orang mau membicarakannya secara terbuka, sebab tidak sedikit masyarakat yang menganggap seks adalah masalah tabu untuk dibicarakan.

Sejak masa remaja manusia sangat penasaran dan haus akan informasi tentang berbagai hal yang berkaitan dengan seksualitas. Keingintahuan yang besar membuat manusia berusaha terus untuk mencari informasi dari berbagai sumber. Hampir semua orang mendapat pengetahuan tentang seksualitas melalui berbagai cara formal maupun informal. Sumber informal tersebut bisa berasal dari teman sebaya, lingkungan keluarga atau media massa. Sayangnya informasi yang didapat tidak selalu benar dan sering tidak dapat dipertanggungjawabkan.  Informasi tersebut juga sangat diyakini dan dipercaya untuk menjadi pedoman berperilaku seksual. Informasi-informasi yang salah mengenai seks inilah yang disebut dengan mitos-mitos seks, yang tentu saja sekali lagi tidak benar.

Mitos adalah informasi yang salah tetapi dianggap benar yang telah diyakini, beredar dan populer di masyarakat. Mitos cepat sekali berkembang di masyarakat karena menarik untuk dibahas dan masyarakat sulit mendapatkan informasi yang benar. Sebagai akibatnya, banyak mitos dan salah pengertian yang beredar di dalam masyarakat. Tidak diragukan bahwa sejumlah besar masalah dan gangguan seks muncul sebagai akibat dari mitos-mitos ini, baik pria maupun wanita. Mitos seperti ini seharusnya dihentikan dengan pemahaman yang baik tetapi sering orang mengabaikannya. Beberapa mitos ini demikian melekat dalam benak masyarakat sehingga sulit untuk dihapuskan.

Sebenarnya mitos seks secara tidak langsung berhubungan dengan kesehatan seksual sebab orang yang meragukan kebenaran mitos seks berupaya mencari kebenaran sesungguhnya. Setelah mendapatkan keterangan sebenarnya, maka orang itu secara otomatis mengetahui tentang kesehatan seksual yang mengandung pengertian kemampuan untuk mengungkapkan seksualitas yang bebas resiko penyakit, kehamilan yang tidak diinginkan, paksaan, kekerasan dan diskriminasi.

Mitos-mitos yang beredar di dalam masyarakat  sering tidak diketahui sumbernya,  sudah menjadi bagian dari masyarakat, dan diperkuat oleh faktor sugesti masyarakat dan oleh perilaku yang mendukungnya. Bahkan media masa juga ikut memperkuat tertanamnya mitos-mitos dengan  memberitakanya dalam budaya daerah tertentu. Berikut ini akan dibicarakan beberapa mitos seks yang umum dan mitos perilaku seksual yang banyak terdapat di masyarakat.

•A.     Mitos seks yang umum di dalam masyarakat

Mitos Seks Tentang Pria

•1.      Mitos tentang penis

Mitos ukuran penis besar menentukan kenikmatan seksual sangat popular di masyarakat. Informasi salah ini beranggapan semakin besar penis semakin nikmat. Akibatnya banyak pria merasa penisnya kecil menjadi malu, kurang percaya diri, bahkan takut berhubungan hingga tidak mampu melakukannya. Padahal besar kecilnya penis tidak berkaitan dengan potensi seksual dan tidak menjamin meningkatkan kepuasan seksual. Sebenarnya kepuasan seksual wanita tidak ditentukan dari besar kecilnya penis, melainkan oleh kemampuan penis untuk ereksi, kemampuannya mengontrol ejakulasi dan komunikasi yang baik antara suami-istri.

Pemikiran bahwa pasangan wanita akan lebih terangsang dan terpuaskan oleh penis yang besar perlu mendapat penjelasan bahwa semakin besar ukuran penis tidak penting untuk kepuasan seksual selama masih dalam ukuran normal. Hanya dua inci bagian luar vagina yang sentsitif terhadap sentuhan jadi penis dengan panjang sekitar dua inci sudah cukup untuk memberikan rangsangan pada pasangan wanita.

Penis juga tidak harus lurus saat ereksi. Sedikit melengkung, tidak akan mengganggu saat insersi normal dan jangan menyebabkan kekuatiran. Penis seharusnya menjadi sumber kenikmatan bukan menyebabkan kekuatiran.

•2.      Mitos tentang testis

Banyak kekuatiran tentang letak testis yang tidak sejajar saat berdiri begitu juga dalam ukurannya. Kedua testis tidak harus sama tinggi, biasanya testis kiri terletak lebih rendah dari yang kanan dan biasanya ukuran testis tidak sama besar antara kiri dan kanan.

•3.      Mitos tentang cairan semen

Banyak yang percaya bahwa cairan semen yang terbuang dibentuk dari cairan darah sehingga untuk mengembalikannya membutuhkan banyak zat gizi. Juga terdapat kepercayaan yang salah bahwa pri terlahir dengan jumlah semen yang terbatas sehingga kehilangan semen sejak usia dini dan sering akan menyebabkan mandul dan impoten. Sebagian lagi percaya bentuk visual dari semen harus kental dan putih susu. Perubahan pada keenceran atau perubahan warna kekuningan merupakan bencana besar. Kehilangan semen saat onani atau mimpi basah ditanggapi dengan kepanikan. Bahkan keluarnya cairan kental yang sering terjadi saat berkemih atau buang air besar menunjukkan tanda-tanda seseorang mengalami depresi dan akan bunuh diri.

Penting untuk menanamkan dalam pikiran bahwa semen diproduksi memang untuk dikeluarkan. Menahan semen tidak memberikan keuntungan apapun. Jika seorang pria menikah dan melakukan aktivitas seksual, dia akan mengeluarkan semen dan tetap dapat menikmati kehidupan yang sehat. Sehingga yang menjadi masalah bukanlah kehilangan semen tetapi perilaku terhadap kehilangan semen, yang menimbulkan gejala atau efek fisik.

•4.      Mitos tentang orgasme

Pria dan wanita sama-sama mempunyai peran dalam hubungan seksual. Oleh karena itu keduanya harus sama-sama terpuaskan. Anggapan kepuasan hubungan intim tergantung dari kepiawaian pria tidaklah benar, karena hubungan menjadi seru dan lebih mengasyikan bila kedua belah pihak sama-sama cerdas, pintar, bisa mengimbangi lawannya di atas ranjang. Pada pria, orgasme terjadi bersamaan dengan ejakulasi, sehingga banyak beranggapan kenikmatan seksual dirasakan karena sperma dikeluarkan. Padahal kenikmatan seksual yang dirasakan itulah yang disebutkan orgasme. Sama seperti wanita, pria juga bisa mengalami multi orgasme yaitu dengan latihan mengontrol untuk menunda ejakulasi. Memang memerlukan waktu untuk latihan, tetapi tidak ada pengaruh buruk akibat menahan ejakulasi.

•5.      Mitos tentang vasektomi

Pria yang telah divasektomi tidak kehilangan nasfu seksualnya, sebab pada vasektomi testis/buah zakar tidak dibuang dan tidak dilukai, sehingga testis tetap memproduksi sperma dan hormon testosteron yaitu hormon yang berfungsi sebagai pemberi sifat jantan pria dan juga libido. Vasektomi berbeda dengan kebiri, dimana pada kebiri kedua testis dibuang.

Mitos Seks Tentang Wanita

•1.      Mitos tentang vagina

Normalnya wanita yang mengalami rangsangan seksual memberikan reaksi seksual berupa keluarnya cairan/lendir dari dinding vagina. Cairan ini berfungsi sebagai lubrikan/pelicin. Bila vagina wanita masih kering berarti dia belum mengalami reaksi seksual dan belum siap berhubungan seksual. Bila dalam keadaan demikian hubungan seksual tetap dilakukan, maka akan terjadi gangguan rasa nyeri pada pria maupun wanita yang selanjutnya dapat terjadi lecet, luka dan peradangan vagina. Jadi mitos seks tentang vagina kering dapat memberikan kepuasan lebih adalah tidak benar. Sehingga sangat disayangkan bila pria meminta pasangannya untuk membuat vaginanya agar selalu kering.

•2.      Mitos tentang keperawanan

Mitos mengenai perawan yang harus mengeluarkan darah ketika pertama kali berhubungan sebenarnya timbul karena zaman dulu perempuan hanya dianggap obyek seksual pria. Sehingga ketika melakukan hubungan seks biasanya wanita dalam keadaan tidak terangsang dan sering kali hubungan seksual terjadi dalam keadaan terpaksa. Akibatnya terjadilah robekan pada kelamin yang menyebabkan pendarahan. Padahal bila keadaan terangsang dan siap maka wanita dapat melakukan hubungan seksual dengan lancar tanpa rasa nyeri dan tanpa perdarahan.

Banyak pernikahan hancur karena malam pertama tidak mengeluarkan darah setelah insersi. Mitos bahwa bila tidak ada perdarahan berarti tidak perawan banyak tertanam secara mendalam pada beberapa budaya. Himen atau selaput dara dapat sangat elastic sehingga tidak robek. Selaput dara dapat juga robek akibat aktivitas olah raga atau karena kecelakaan oleh objek yang mengenainya.

•3.      Mitos tentang orgasme

Sebuah riset mengatakan wanita justru lebih besar kemungkinannya mendapatkan orgasme dibandingkan sebelum menopause dan lebih besar kemungkinannya mendapatkan multiorgasme setelah masa menopause. Hal tersebut dikarenakan setelah menopause wanita cenderung lebih bisa mengenyahkan kekhawatiran terjadinya kehamilan, wanita di atas 50 tahun telah memiliki keahlian dan pengalaman memadai dalam berhubungan, sebagian besar telah mengenal baik pola permainan pasangannya ketika berhubungan. Kenikmatan melakukan seks setelah menopause juga akan bertambah bila suami menggunakan kondom, sebab pada wanita menopause sekresi/produksi carian vagina biasanya menjadi berkurang akibatnya wanita sering merasa nyeri saat berhubungan seksual.

•4.      Mitos tentang menstruasi

Dalam beberapa kebudayaan, ada pendapat umum bahwa wanita menjadi kotor dan tidak suci selama menstruasi sehingga tidak diperbolehkan bekerja dan diasingkan selama menstruasi.  Ini perlu dihapuskan karena menstruasi merupakan proses tubuh yang normal pada wanita.

•B.     Mitos perilaku seksual yang banyak terdapat di masyarakat

  • 1. Masturbasi

Mitos tentang masturbasi dapat menyebabkan kemandulan, ejakulasi dini, rambut rontok, lutut keropos adalah salah. Masturbasi biasanya dilakukan oleh orang yang belum mempunyai istri atau jauh dari pasangan. Masturbasi wajar dilakukan oleh seorang pria karena hasrat seksual sedang menggebu, tapi sering melakukan masturbasi akan berdampak negatif pada kesehatan, karena dapat mengurangi produktivitas.

Masturbasi biasanya dilakukan pada kondisi tertentu, misalnya belum memiliki pasangan atau ketika jauh dari pasangan, sementara hasrat seksual sedang mengebu. Sejumlah kalangan agama ada yang mengharamkannya, tetapi ada sebagian kalangan memperbolehkannya. Secara alamiah masturbasi tidak ada hubungannya dengan kemandulan, ejakulasi dini, impotensi, rambut rontok atau lutut keropos. Tetapi frekuensi masturbasi terlalu sering kurang baik dampaknya sebab dapat mengurangi produktivitas.

Walaupun masturbasi tidak menimbulkan masalah yang serius dan tidak merusak tubuh, tetapi bila dilakukan secara konstan akan ada kemungkinan kesulitan mencapai kepuasan ketika melakukan hubungan seks vaginal apalagi ketika terbiasa melakukan dengan tangan yang kering atau kasar maka vagina yang basah dan lembut tidak akan memberikan sensasi seperti yang diinginkan.

  • 2. Ejakulasi

Dalam berhubungan seksual, banyak pria menganggap bahwa orgasme terjadi bersamaan dengan ejakulasi, padahal hal ini salah. Seorang pria dapat mengalami orgasme lebih dari satu kali saat melakukan hubungan intim, hal ini tergantung pada daya tahan seseorang untuk menahan ejakulasi. Semakin bagus daya tahan seorang pria, maka akan lebih nikmat dalam melakukan hubungan seksual

  • 3. Pria aktif dan wanita pasif.

Ada yang beranggapan bahwa hanya pria saja yang aktif dan si wanita pasif akan memberikan kenikmatan yang lebih adalah salah. Kenikmatan yang maksimal akan lebih cepat tercapai apabila keduanya sama-sama aktif melakukan gerakan-gerakan yang membuat lawan main terangsang, jadi dalam hal ini tergantung kecerdasan masing-masing orang untuk memanjakan lawan mainnya di ranjang.

  • 4. Cinta untuk menikmati seks

Cinta dibutuhkan untuk menikmati seks adalah mitos yang menyesatkan. Yang benar adalah cinta  tidak berkaitan dengan kepuasan seksual. Tentu saja saat seseorang jatuh cinta dan memiliki perasaan kuat pada pasangannya, pengalaman seksualnya menjadi lebih baik. Namun hal ini tak bisa diterjemahkan dalam orgasme yang luar biasa. Banyak pasangan bingung bahwa seks yang mereka nikmati tidak seindah seperti kehidupan cinta mereka. Setiap pasangan harus menyadari bahwa belajar untuk menikmati satu sama lain akan menjadi mahir seperti halnya memainkan alat musik, butuh latihan kerja keras, kesabaran, sebelum musik yang dihasilkan sempurna dan manis.

Single lebih sering ngesek dari pada yang berpasangan. Namun mereka yang telah menikah atau hidup bersamalah yang yang justru menjadi pemenang dalam hal ini, disebabkan dua hal yakni modal dan kemudahan dan tercapainya jumlah seks yang optimal bila hidup dengan pasangan yang dicintai, akan memiliki kehidupan seks yang nikmat daripada saat masih single. Menurut penelitian, kualitas seks yang lebih tinggi akan dicapai seseorang bila telah memiliki pasangan dalam ikatan pernikahan. Hal ini terjadi karena model relasi seperti ini biasanya menawarkan komponen-komponen kunci dari eksplorasi seksual dan kesenangan yakni kepercayaan dan keterikatan.

  • 5. Hubungan seks dengan anak muda bikin awet muda

Hubungan seks dengan anak muda membuat awet muda ? Sering berhubungan seks membuat awet muda ? Menelan dan mengoleskan sperma ke wajah membuat awet muda ? Itu semua hanya mitos. Tidak benar sama sekali.

  • 6. Mencabut adalah aman

Mencabut adalah aman baik dari penyakit menular seksual maupun kehamilan, adalah mitos yang salah. Yang benar, pria mengeluarkan cairan bahkan sebelum ejakulasi, dan vagina mengeluarkan cairan juga. Ketika seseorang menyentuh dengan cairan tersebut, penyakit seks menular dapat ditularkan bahkan jika pria menarik penis sebelum ejakulasi penuh kehamilan dapat terjadi sejak sperma masih dalam pra ejakulasi.

•7.      Seks selama hamil menyakiti janin

Seks selama kehamilan akan menyakiti janin. Justru sebagian besar ahli menganjurkan lebih meningkatkan frekuensi hubungan seks selama kehamilan karena dapat memudahkan nantinya dalam persalinan. Yang harus diperhatikan bila berhubungan dalam periode ini yaitu menjaga agar janin tidak tertindih selama berhubungan.

•8.      Obat kuat

Tangkur Buaya, Purwaceng, Torpedo Kambing, sebagian dari obat kuat pria yang ditengarai mampu menambah stamina agar si lemah berubah kuat dan gesit. Pada yang beginian ini, pria-pria ‘putus asa’ mengharap ke-digdaya-an. Berharap si loyo kembali tegak berdiri, sambil manggut-manggut berkata ’siap menyodok!’

Obat dan ramuan untuk meningkatkan seksualitas tidak direkomendasikan jika tidak diperlukan. Jika di malam pertama, suami sudah menggunakan obat-obatan ini maka bisa dipastikan kalau secara psikologis dia belum siap melakukan hubungan seks di malam pertama.

Di antara berbagai obat kuat ala Tiongkok terdapat pil Jinqiang Budaowan atau “Pil Tombak Emas tak Pernah Tumbang” yang konon dapat memperlama ejakulasi selama mungkin. Ada juga serbuk Yiduosan yang membuat orang jadi awet muda dan tetap gagah. Ada lagi Changyinfang si obat “Pemanjang” yang konon dapat memperpanjang dan memperbesar ukuran.

•9.      Alkohol perbaiki kemampuan seksual

Alkohol sejak lama dipertimbangkan sebagai aphrodisiac. Dahulu, manusia kerap dibayang-bayangi oleh kemampuan dan kekuatan alkohol, yang diduga mampu memperbaiki dan meningkatkan kenikmatan seksual.Alkohol justru akan membuat mandul fungsi-fungsi otak yang lebih tinggi, yang biasanya mengontrol atau menghambat impuls seksual. Lebih jauh lagi , meskipun minuman keras dapat meningkatkan gairah seks, namun juga dapat menurunkan kemampuan Anda atau secara negatif mempengaruhi respon seksual Anda.

•10.  Malam pertama

Banyak orang beranggapan bahwa seks itu nikmat sehingga saat malam pertama pasti akan dilewati dengan perasaan yang bahagia. Fakta menyebutkan, tidak sedikit pasangan yang merasa kecewa di malam pertama mereka. Keindahan seks yang mereka bayangkan dikarenakan ketidak pahaman terhadap seksualitas secara benar.

Darah perawan, adalah hal yang ditunggu-tunggu banyak pria di malam pertama mereka. Bila istri tidak mengeluarkan darah dianggap tidak perawan lagi. Mitos ini sangat menyesatkan. Keperawanan tidak ada hubungannya darah yang keluar. Mitos ini membuat banyak wanita menjadi khawatir di malam pertamanya. mereka takut tidak mengeluarkan darah dan takut dianggap tidak perawan lagi.

Bisa Menyobek selaput dara adalah tanda keberhasilan. Belum tentu selaput dara bisa sobek dimalam pertama. Menurut Nugroho, justru menyobek selaput dara saat malam pertama merupakan tanda terjadinya kegagalan respon seksual pada istri. Artinya, sebetulnya istri belum terangsang sempurna saat penetrasi terjadi.

Malam pertama Selalu menyakitkan. Anggapan ini salah. Berhubungan seks pertama kali tidak selalu menyakitkan. Kekhawatiran  banyak wanita di malam pertama adalah kuatir vagina mereka tidak bisa menampung penis yang berukuran besar ketika ereksi. Rasa sakit ketika berhubungan biasanya terjadi karena secara seksual si wanita belum siap dan vagina masih terlalu kencang untuk menerima penetrasi. Solusi terbaik adalah dengan melakukan foreplay terlebih dahulu agar wanita menjadi rileks dan teransang sehingga vagina menjadi lebih bisa menerima penetrasi.

Malam Pertama dianggap sebagai penentu keberhasilan berhubungan seks di malam berikutnya. Seringkali kegagalan di malam pertama menyebabkan kekuatiran akan gagal di malam berikutnya.

Ejakulasi dini atau rasa sakit pada wanita akan terbayang di malam-malam berikutnya. Pengalaman buruk di malam pertama memang mempengaruhi perasaan saat akan melakukan hubunga seks lagi tetapi malam pertama bukanlah penentu keberhasilan hubungan seks di malam selanjutnya.

•11.  Hubungan seks pada menopause menyebabkan mata rabun dan perut busung

Menopause adalah saat dimana seorang wanita tidak lagi memperoleh haid dan aktivitas indung telur untuk menghasilkan telur sudah hilang untuk selamanya. Menopause dianggap berlangsung secara sempurna bila seorang wanita sudah tidak lagi mendapatkan periode haid selama satu tahun Menopause bukan tanda akhir dari aktivitas seksual seorang wanita.

Pada wanita ataupun pria lanjut usia ada suatu mitos tentang hubungan seks pada lanjut usia menyebabkan mata rabun dan perut busung. Adalah berupa sebuah fakta bilamana bagi sebagian wanita aktivitas keintiman menjadi lebih baik pada masa pertengahan usia.

Pada sebagian pria dan wanita lanjut usia terjadi perubahan secara fisiologis baik fisik maupun hormonal, misalnya terjadi presbiopy atau rabun dekat karena axis lensa mata yang cenderung pipih, terjadi katarak oleh karena kekeruhan lensa mata dan berhentinya menstruasi karena pengaruh hormon estrogen yang berkurang.

Meskipun menopause mendatangkan perubahan fisiologi yang dapat mengganggu aktivitas seksual, 70 sampai 80% wanita menopause tidak mengalami penurunan aktivitas dan kepuasan seksual.

Bagaimana cara anda menerima perubahan yang terjadi saat menopause, hal itulah yang akan memberikan dampak berarti dalam kesehatan dan kenikmatan seksual. Beberapa wanita menopause mengalami peningkatan gairah seksual mereka manakala mereka menyadari bahwa mereka tak perlu lagi cemas dengan terjadinya kehamilan akibat hubungan seksual dan pula, anak-anak mereka sudah dewasa dan tak lagi memerlukan perhatian mereka.

Perubahan saat menopause yang mempengaruhi kehidupan seksual

Perubahan fisiologis akibat menopause kadang-kadang mengganggu aktivitas dan gairah seksual pada sejumlah wanita. Perubahan dapat terjadi pada lubrikasi, dinding vagina gairah seksual, dorongan seksual dan orgasme yang mengakibatkan kegiatan seksual menjadi kurang mengenakkan dan kurang menyenangkan.

Kekeringan vagina dan nyeri saat hubungan seksual.

Masalah yang paling sering terjadi adalah vagina yang kering, meskipun sebenarnya hanya 20% wanita yang merasakannya. Dinding vagina menjadi tipis dan kurang lentur. Terdapat rasa pedih, panas dan kadang nyeri atau berdarah saat melakukan sanggama.  Lubrikasi dengan bahan dasar air dapat mengatasi kekeringan vagina yang terjadi. Jangan gunakan lubrikan dengan bahan dasar petroleum (vaselin). Vitamin E atau krim pelembab juga dapat digunakan sebagai lubrikan. Bila lubrikan atau pelembab masih kurang menolong maka dapat diberikan krim estrogen vagina untuk mengatasi masalah kekeringan vagina.

Stimulasi dan orgasme

Beberapa orang wanita mengalami orgasme yang lebih jarang dan kurang kuat saat menopause. Pada mereka diperlukan waktu yang lama untuk meningkatkan gairah seksual. Hampir pada semua wanita, hubungan seksual yang teratur atau masturbasi dapat membantu meningkatkan respon dan kenikmatan seksual. Aktivitas tersebut dapat mempertahankan fungsi atau peranan rahim, vagina serta kandung kemih serta meningkatkan lubrikasi vagina. Kegel Exercise, latihan ini meningkatkan kontraksi otot panggul sekitar vagina yang memembantu penguatan otot-otot vagina.

Hasrat seksual

Hilangnya gairah seksual secara temporer atau jangka panjang terjadi pada sejumlah wanita selama dan sesudah menopause. Penyebab dari keadaan ini antara lain:

  • - Lelah
  • - Stress
  • - Penyakit
  • - Masalah hubungan pribadi
  • - Masalah psikologis
  • - Efek samping terapi medikamentosa
  • - Perubahan hormon

Rasa tidak enak akibat perubahan fisik yang terjadi selama menopause.

Gangguan hubungan suami istri seringkali menjadi kambuh akibat adanya perubahan-perubahan selama menopause. Gangguan hubungan ini memerlukan penanganan dari seorang ahli seksologi. Bila masalahnya terletak pada faktor hormonal maka pemberian estrogen akan dapat dengan mudah menyelesaikan masalah yang terjadi. Tidak ada kaitan langsung antara kadar estrogen dengan gairah seksual. Masalah yang utama adalah akibat keringnya vagina dan rasa nyeri saat hubungan seksual. Kadar hormon, derajat kesehatan umum dan perubahan sosial sehubungan dengan usia serta efek mental dan emosional bekerja sama dalam perubahan seksual selama menopause. Menurunnya kadar testosteron diduga berperan dalam penurunan gairah seksual. Hal ini masih belum terbukti secara ilmiah. Hormon estrogen terdapat dalam bentuk pil atau injeksi serta krim. Namun dalam penggunaannya perlu diingat adanya efek samping.

Peningkatan keintiman

Perubahan yang terjadi pada usia pertengahan memungkinkan untuk melakukan eksplorasi pengalaman seksual yang baru dan berbeda. Laki-laki juga mengalami perubahan seperti misalnya agar dapat mengalami ereksi diperlukan waktu yang lama. Permainan pendahuluan yang lebih lama akan dapat meningkatakan kesiapan seksual pada wanita. Memusatkan perhatian pada sensualitas, keintiman dan komunikasi dapat memperbaiki hubungan seksual. Terdapat berbagai cara untuk memperlihatkan perasaan cinta anda selain hanya sekedar sanggama. There are many ways of expressing your love besides intercourse:

  • - Pelukan, belaian dan ciuman
  • - Sentuhan, mengusap, memijat , “sensual baths”
  • - Rangsangan manual
  • - Oral sex

Hubungan seksual pasca menopause dapat benar-benar memuaskan bila anda mampu untuk melakukan adaptasi perubahan yang terjadi.

Catatan mengenai pengendalian kesuburan dan seks aman

Bila anda melakukan sanggama, anda harus menggunakan pencegahan kehamilan sebelum anda-anda benar tidak mendapatkan haid selama 12 bulan berturut-turut. Pencegahan terhadap penyakit menular seksual harus tetap diperhatikan. Kecuali bila anda hanya mempunyai satu pasangan seksual, anda harus menggunakan kondom.