Makalah 4

PERAWATAN DIRI DAN ROMANTISME KELUARGA

dr. Moerbono Mochtar, Sp.KK

•I. KULIT SECARA UMUM

•a. Konsep perawatan kulit

Titik berat perawatan kulit kini telah mengalami pergeseran dari sekedar langkah kamuflase untuk menutupi kekurangan kulit, menjadi sebuah seni komprehensif, mencakup perawatan kulit secara preventif dan korektif. Hal ini dilandasi dengan prinsip bahwa kecantikan sejati terletak pada kondisi kulit yang sehat (Husain,  2000).

  • Usia

Hasrat manusia untuk menghambat munculnya tanda - tanda penuaan selama mungkin. Organ tubuh manusia yang paling langsung menunjukkan tanda - tanda penuaan adalah kulit. Kondisi ini sangat tergantung pada faktor keturunan, dan bukan obat obatan tertentu.

  • Mencegah lebih baik daripada mengobati

Mencegah tentu saja lebih mudah dan tidak terlalu memakan waktu. Terdapat 2 faktor yang menyebabkan dan memperparah masalah kulit yakni pengabaian dan penganiayaan. Hal yang perlu diperhatikan adalah kebutuhan kulit setiap orang tidak sama.

  • Kelembaban

Ciri kulit tua dan mengalami penuaan dini, yakni kurangnya kelembaban. Kulit yang masih muda akan terasa lembut dan lembab, yang menunjukkan betapa pentingnya kelembaban bagi kulit. Terpaan sinar matahari dalam waktu lama juga akan mengurangi kemampuan kulit untuk mempertahankan kelembabannya.

  • Waspada terhadap metode yang salah

Faktor ketidaktahuan menyebabkan orang terus menggunakan produk yang memiliki efek samping berbahaya terhadap kulit, namun efeknya tidak langsung terlihat.

  • Wajah

Wajah adalah bagian paling penting dari kepribadian anda. Wajah memberikan informasi tentang diri anda, kondisi kesehatan serta kondisi kejiwaan anda. Kulit wajah dapat menunjukkan bagaimana anda menjaga kesehatan dan kondisi kulit anda. Kulit memotret kondisi kejiwaan, tubuh serta pikiran anda.  (Husain, 2000).

•b. Faktor yang mempengaruhi kulit

Beberapa peneliti menemukan hubungan kuat bahwa beberapa faktor eksternal menyebabkan terjadinya penuaan pada kulit. Diantaranya paparan sinar matahari, kebiasaan merokok dan minum - minuman beralkohol, serta asupan sehari hari yang buruk.

Hasil dari penelitan pada tahun 1998 menunjukkan bahwa merokok mempunyai resiko yang lebih besar dalam pembentukan keriput pada wajah, dimana hal ini tidak dapat diubah dengan terapi hormon sekalipun. (Baumann dam Saghari, 2002).

•c. Jenis kulit

Jenis kulit sangat ditentukan oleh aktivitas kelenjar minyak. Umumnya dibagi berdasarkan 4 parameter utama, yaitu:

  • 1. Kulit normal

Adalah kulit yang seimbang, tidak terlalu berminyak, tidak juga terlalu kering. Memiliki tekstur halus dan berwarna terang berseri- seri.

  • 2. Kulit kering

Kelenjar minyak pada jenis kulit ini kurang aktif. Kulit kekurangan minyak,dan kelembaban, tekstur kulit sangat tipis dan mudah rusak, serta rentan  akan pengaruh perubahan suhu dan kelembaban. Tipe kulit ini mudah mengelupas, dan lebih cepat terjadi keriput dan kerut.

  • 3. Kulit berminyak

Kelenjar minyak pada jenis kulit ini terlalu aktif. Kulit tampak berkilat, tekstur kasar karena pembesaran pori-pori. Hal ini mengakibatkan pori-pori tersebut mudah tersumbat, dan cenderung timbul komedo, jerawat dan bisul.

  • 4. Kulit campuran

Jenis kulit ini mempunyai bagian yang berminyak, sementara daerah-daerah sekitarnya kering. Terdapat zona T terdiri dari kening, hidung, dan dagu yang biasanya berminyak, sedang bagian pipi dan mata kering. Jenis kulit ini yang paling banyak ditemui (Husain, 2000)

Terdapat klasifikasi jenis kulit yang dikembangkan menurut Baumann Skin Typing System berdasarkan 4 tipe kulit dasar tersebut diatas yaitu :

  • 1. Berminyak vs Kering
  • 2. Sensitif vs Resisten

•3. Pigmented vs Nonpigmented

  • 4. Berkerut vs Kencang (tanpa kerut)

•d. Perawatan kulit rutin

Bercak-bercak, keriput, kekusaman kulit  atau jerawat yang terdapat di kulit tidak akan mungkin hilang dalam tempo semalam. Tapi ada jalan yang memungkinkan untuk memperbaiki kulit, memulihkan kesehatannya, bahkan membuatnya muda kembali.

Para ahli dermatologi sepakat, bahwa melakukan perawatan yang teratur merupakan satu-satunya cara untuk menghindari masalah kulit serta memperlambat proses penuaan kulit.

Kulit harus dibersihkan dengan seksama apapun jenis kulit dan teksturnya. Pada dasarnya ada 4 cara pembersihan kulit yaitu dengan air, dengan minyak, dengan bahan padat yang menyerap kotoran, dan dengan penggosokan secara mekanis (Tranggono, 2007). Pilih prosedur pembersihan kulit yang dapat menjalankan tiga fungsi:  menghilangkan endapan debu di permukaan kulit; membersihkan kulit tanpa mengganggu keseimbangan kulit; menjaga permukaan kulit bebas dari tumpukan sel- sel kulit mati (Husain, 2000).

Beberapa contoh produk perawatan kulit menurut bahan dasarnya antara lain :

  • Sabun dan detergen
  • Pembersih bebas lemak
  • Cold creams
  • Toner
  • Pembersih exfoliant
  • Pembersih abrasif
  • Masker wajah

Hal yang perlu untuk diperhatikan adalah apapun konsep pembersihan kulit, kita harus yakin bahwa pembersihan yang kita lakukan bebas dari bakteri dan jamur, karena banyak sekali penyakit kulit yang muncul disebabkan oleh adanya mikroorganisme tersebut (Tranggono, 2007).

•e. Reaksi  negatif kosmetik pada kulit

Terjadinya reaksi negatif kosmetik pada kulit telah lama ditemukan. Pada sebuah penelitian (Sidi, 1956) sebanyak 20 % dari semua kasus kerusakan kulit di Perancis adalah akibat dari kosmetik (Tranggono, 2007).

Ada berbagai reaksi kulit yang muncul akibat pemakaian kosmetik yang tidak aman, diantaranya yaitu :

  • 1. Iritasi

Iritasi yang timbul pada pemakaian pertama kosmetik,dalam istilah kedokteran, hal ini dinamakan dermatitis kontak iritan. Ditandai dengan adanya eritem (kemerahan ) rasa terbakar, dan gatal pada daerah yang terkena kosmetik, serta terjadinya kerusakan pada stratum korneum kulit  (Draelos, 2000).

  • 2. Alergi

Reaksi negatif kulit yang timbul setelah paparan yang berulang ulang oleh kosmetik. Merupakan suatu fenomena imunologis dengan gejala eritem dan gatal. Dapat terjadi bertahun tahun setelah paparan kosmetik (Draelos, 2000).

  • 3. Fotosensitisasi
  • 4. Acne ( Tranggono, 2007).

•II. MASALAH KULIT WAJAH SECARA UMUM

•a. Jerawat

Adalah salah satu masalah kulit yang paling sering dijumpai. Jerawat dapat timbul ketika tubuh mengalami perubahan yang berhubungan dengan aktivitas kelenjar. Perubahan hormon selama masa puber menyebabkan kelenjar sebaseus mengeluarkan sebum dalam jumlah yang besar yanga dapat menggumpal di pori- pori,mengeras dan mendoroong timbulnay komedo. Bila jaringna sekitar pori- pori yang tersumabt teriritasi dan mengalami peradangan, muncullah jerawat. Jerawat biasanya ditandai oleh adanya komedo hitam, papul, dan pustul. Pada umumnya menyerang wajah, namun dapat juga menyebar ke bahu dan punggung.

•b. Pigmentasi

Pigmentasi terkadang dikaitkan dengan kasus jerawat, elektrolisis, efek polusi zat- zat kimia, parfum, atau bahan kosmetik wangi, ketidakseimbangan hormon, kondisi patologi internal, serta proses penuaan.

•c. Kekeringan kulit / dehidrasi

Kulit kering denagn bercak kasar kemerah- merahan yang mudah terkelupas adalah ciri- ciri kulit yang mengalami dehidrasi. Hal ini disebakan oleh hilangnya kelembaban di kulit. Kondisi ini menjadi lebih buruk pada cuaca yang kering dan dingin, sengatan matahari, terpaan angin, alat penyejuk atau pemanas ruangan. Pelembab perlu di kenakan tertama pada kulit kering atau kulit normal yang cenderung kering terutama jika pemakai akan lama berada di dalam lingkungan yang mengeringkan kulit, misalnya ruangan ber AC.

•d. Pembesaran pori

Kelenjar sebaseus yang terlalu aktif akan menyebabkan produksi minyak yang berlebihan, dan penyumbatan minyak pada pori- pori setelah beberapa saat akan menyebabkan pori- pori membesar dan menjadi tebal. Kulit mulai nampak kasar dan tidak lagi halus.

•e. Penurunan hormon dan kulit menua

Tubuh memiliki ratusan hormon dimana terdapat beberapa hormon penting yang berguna untuk memperlambat penuaan, yaitu : kortisol, DHEA, estrogen, growth hormon, melatonin dan beberapa hormon lainnya (Djuanda, 2005).

Pada manusia terjadi penurunan level hormon DHEA dan DHEAS ( hormon yang berhubungan dengan aging skin), dimana pada usia 70 -80 tahun konsentrasi hormon ini berkisar 10-20% saja (Baumann dan Saghari, 2002).

•f. Kerut

Salah satu tanda adanya proses menua (aging) dimana terjadi pengurangan kolagen, degradasi elastin pada kulit yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti faktor genetik, paparan sinar matahari dan kebiasaan merokok (Baumann dan Saghari, 2002)

•g. Bedah kosmetik

•III. RAMBUT DAN KUKU

Rambut merupakan mahkota yang merepresentasikan berbagai macam hal. Kekuatan dan kekuasaan,  kecantikan,  strata sosial sampai dengan simbol status.  Keadaan rambut yang tidak sehat menjadi momok bagi setiap orang, sehingga kesehatan rambut merupakan hal yang tidak boleh disepelekan (Parish dan Lask, 1991).

Rambut  termasuk salah satu dari adneksa kulit yang tumbuh berasal dari kulit. Trichologi membagi rambut manusia ke dalam dua jenis yaitu :

  • 1. Rambut terminal, yang umumnya kasar, misalnya rambut kepala, alis, ketiak
  • 2. Rambut vellus yang berupa rambut halus pada pipi, dahi, punggung dan lengan (Tranggono, 2007).

Masalah rambut yang sering terjadi berhubungan dengan rambut kepala. Dimana pemakaian shampo yang bertujuan untuk menghilangkan sebum, dan kotoran - kotoran dari luar yang menempel pada rambut menyebabkan rambut tampak kasar dan berantakan, serta sulit diatur (Draelos, 2000). Untuk itu diperlukan pemakaian konditioner yang bersifat menyerupai sebum, sehingga rambut  menjadi lebih lembut dan mudah diatur dalam jangka waktu tertentu (Draelos, 2000).

Kuku juga merupakan adneksa kulit, merupakan modifikasi dari struktur epidermis, dengan kecepatan pertumbuhan 0.1 mm per hari atau 1 mm per 10 hari, dimana kecepatan itu semakin lama semakin berkurang seiiring dengan pertambahan usia. Kesehatan seseorang juga dapat dilihat dari keadaan kukunya, baik dari warna, garis - garis pada kuku, dan tebal tipisnya kuku (Tranggono, 2007).

Masalah pada kuku dapat diatasi dengan berbagai teknik perawatan kuku seperti manicure, atau pemakaian kosmetik kuku seperti nail polish, nail hardener, maupun dengan nail prostheses (Draelos, 2000).

•IV. PAYUDARA

Penting bagi kita untuk merawat payudara agar tetap indah, terutama bagi ibu - ibu yang pernah hamil dan menyusui. Payudara yang mengendur akibat menyusutnya kelenjar susu, melemahnya jaringan ikat penyangga payudara dan elastisitas kulit payudara yang berkurang mempengaruhi keindahannya.

Ada lima langkah mudah untuk merawat payudara yaitu :

  • 1. Perhatikan konsumsi makanan
  • 2. Hindari gesekan terlalu keras

Kulit payudara mengandung sedikit kolagen. Sehingga gesekan benda kasar dapat membuat payudara mengendur.

  • 3. Berikan pelembab
  • 4. Olahraga rutin
  • 5. Gunakan bra yang sesuai

•V. VAGINA

Kekurangpahaman mengenai organ seks ini mengakibatkan tidak sedikit wanita kurang mempedulikan perawatannya. dimana sesungguhnya perawatan vagina diperlukan agar vagina tetap bersih sehingga bebas dari infeksi dan pemicu radang, serta tetap dalam keadaan lembab alami, bukan kering.

Cara merawat organ ini yang paling mudah adalah dengan membersihkan bagian intim secara menyeluruh, bukan hanya bagian dalam vagina,namun selangkanganpun perlu untuk diperhatikan. Terdapat metode permbersihan vagina yang tergolong aman, metode ini dinamakan vagina spa.

Vagina spa dapat mengatasi keputihan, menjaga daya tahan terhadap infeksi, menimbulkan sensasi, dan meningkatkan gairah seksual. Baik dilakukan menjelang pernikahan untuk melemaskan otot dan saraf yang tegang, baik dilakukan pada masa nifas untuk mengembalikan kelenturan, serta menguatkan otot dasar panggul. Konsep inti dari vagina spa sebenarnya aroma terapi khusus berupa pembasuhan dan penguapan dengan ramuan herbal yang dilakukan maksimal satu bulan 2 kali, yaitu usai menstruasi dan dua minggu sesudahnya.

Masalah yang sering terjadi pada vagina adalah berlebihnya populasi candida albicans, flora normal dalam tubuh kita.

Untuk mencegah hal ini terjadi yang dapat kita lakukan adalah dengan menjaga vagina dalam kondisi tidak lembab dan basah. Diantaranya dengan cara memakai celana dalam berbahan katun dan mudah menyerap keringat, menghindari jeans yang terlalu ketat, mengganti celana dalam minimal 2 kali sehari, atau bila celana dalam mulai terasa basah. Basuh vagina dengan air bersih kemasan dari arah depan ke belakang ( air yang mengalir dari keran di toilet umum mengandung 10 - 20 % jamur pemicu rasa gatal dan keputihan ). Menghindari douching (menggunakan cairan khusus pembersih vagina saat membasuh organ intim), serta gunakan panty liners hanya di hari hari terakhir menstruasi.

•VI. SEKS, ROMANTISME KELUARGA

Seks merupakan aktifitas yang bermanfaat untuk mempertahankan seseorang menjadi awet muda. Seks merangsang pengeluaran hormon -hormon yang berhubungan dengan hormon - hormon anti aging. Peran hormon dalam hubungan seks diawali dengan ketertarikan terhadap lawan jenis. Tubuh akan mengeluarkan pheromones yang dibuat di kelenjar axilla dan kelenjar lipat paha, dimana pheromones ini muncul dalam bentuk “bau” dari tubuh kita.

Pada saat intim, tubuh akan mengeluarkan estrogen, dimana estrogen ini akan mengkomando otak untuk melepaskan lebih banyak pheromones. Setelah rangsangan meningkat dengan adanya pheromones yang lebih, tubuh akan meningkatkan produksi DHEA (dehydroepiandrosterone ) dan testosteron. DHEA merupakan pembangun sistem imun yang kuat, bila kita kekurangan DHEA kulit akan tampak lelah, kering dan rapuh, dan  rambut kusam tidak bercahaya (Djuanda, 2005).